0

Potret Jembatan Ponulele Palu Yang Mendunia!

Spot Keren, Wisata

Halo, Sahabat Mangge yang masih setia nangkring untuk membaca info-info update dari Mangge. Sebelumnya, terima kasih banyak karena masih ada disini bersama Mangge. Semoga kedepannya Mangge tetap menemani Sahabat dengan berita dan info menarik seputar Kota tercinta kita maupun hal-hal kece lainnya.

Sahabat, bicara soal Palu, hal apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu?
Kaledo? Batik Bomba? Tari Pamonte? Kayu Eboni? Ataukah Jembatan ‘Mekdi’?

Yap, Jembatan Mekdi a.k.a Jembatan Ponulele a.k.a Jembatan IV ini adalah salah satu aset penting Kota Palu. Dinamakan Jembatan Ponulele karena jembatan ini dibangun pada masa jabatan Amiruddin Ponulele di tahun 2006. Sedangkan julukan Jembatan Mekdi terinspirasi dari bentuk lengkungan jembatan yang berwarna kuning, persis seperti salah satu logo restoran fast food yang terkenal di penjuru dunia.

Seperti yang kita tahu, jembatan ini menghubungkan antara Palu Barat dan Palu Selatan. Juga sebagai kebanggaan Tanah Kaili karena jembatan ini tercatat sebagai jembatan lengkung ketiga di dunia setelah Perancis dan Jepang.
Kerennya, baru-baru ini Jembatan Mekdi berubah menjadi jembatan yang cantik dengan warna pelangi saat malam hari. Pemandangan ini hanya bisa kamu nikmati saat matahari sudah terbenam. Kalau dulu jembatan ini hanya berwarna kuning biasa, sekarang lain lagi.

Sinar warna-warni di sepanjang jembatan terlihat terang bahkan dari kejauhan. Hal ini membuat suasana malam Kota Palu menjadi lebih indah nan memukau. Melintasi jembatan ini membuat sensasi tersendiri bagi para pengendara. Berasa seperti di luar negeri, begitu.

Jembatan dengan sinar pelangi ini turut menjadi pencuri perhatian saat diadakannya Festival Pesona Palu Nomoni pada tanggal 24-26 September 2016 karena bukan hanya masyarakat lokal yang menghadiri acara ini, warga dari kota lainpun ikut serta meramaikan festival yang dilaksanakan rutin setiap tahun ini.

Warna-warna cantik ini tidak hanya menyedot perhatian masyarakat yang ada di Palu, tapi juga mereka yang ada di luar kota. Para perantau, misalnya. Banyak dari perantau yang masih menimbah ilmu di kota orang ini mengaku rindu dengan suasana Kota Palu. Terlebih lagi saat tahu jembatan hits kepunyaan Palu kini semakin cantik.
Rasa hati ingin pulang, tapi apa daya tuntutan mencari ilmu masih lebih besar.

Tapi jangan khawatir, pemadangan cantik ini akan selalu siap menunggu kepulangan kalian, para pemburu ilmu di tanah rantau. Pupuklah rasa rindu kalian sehingga saat pulang nanti, kalian bisa berbangga diri dengan apa yang Palu miliki sekarang ini.

About author / manggeku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *